Minggu, 27 November 2016

TIPS CARA MEMILIH MEMBELI AKI MOBIL YANG TEPAT


Aki atau Accu pada mobil merupakan sebuah komponen penting yang berfungsi untuk menyimpan listrik yang akan digunakan untuk menyalakan semua komponen listrik pada mobil. Oleh karena hal tersebut, peran aki sangatlah penting. Apalagi pada mobil-mobil modern sekarang ini yang banyak memiliki komponen elektronik. Setidaknya, aki sangat penting untuk menggerakkan motor starter saat akan menghidupkan mesin mobil.

Seperti kebanyakan komponen listrik lainnya, aki juga pada akhirnya akan kehabisan masa pakai dan tidak bisa digunakan secara maksimal lagi. Dan solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah mengganti aki lama dengan aki yang baru. Saat memutuskan untuk membeli aki baru ini, ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan.

Hal pertama yang perlu diperhatikan saat akan membeli aki baru adalah memilih toko yang terpercaya. Seperti diketahui, selain ada di bengkel resmi, aki juga dapat kita beli di toko-toko onderdil mobil atau toko khusus aki. Toko yang baik akan memberikan rekomendasi pilihan aki terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mobil anda. Selain itu, beberapa toko yang kurang baik juga menjual aki rekondisi dengan melabeli aki tersebut sebagai barang baru.

Selain toko yang terpercaya, akan lebih baik jika toko tersebut memberikan layanan antar jemput untuk keadaan darurat saat aki kita rusak dan akan membeli yang baru. Hal ini dikarenakan kita tak pernah tahu kapan dan di mana aki kita akan rusak dan tidak bisa digunakan.



TIPS MEMILIH AKI MOBIL BARU

Saat memilih aki baru untuk mobil anda, perhatikan beberapa tips berikut ini :


  1. Pastikan aki yang anda pilih untuk mobil anda harus sesuai tipe dan jenisnya dengan standar bawaan mobil anda. Jika ingin melakukan upgrade, pastikan voltage harus sama dan kenaikan ampere aki tidak melebihi 15% dari ampere standar mobil anda.
  2. Selanjutnya, perhatikan tanggal produksi dari aki yang akan anda beli. Khususnya untuk aki dengan jenis maintenance free atau jenis hybrid. Pastikan tanggal produksinya tidak melebihi 6 bulan saat anda akan membelinya. Idealnya, masa pakai aki dengan pemakaian normal adalah antara 1.5 tahun hingga 2 tahun.
  3. Jika aki yang anda beli adalah jenis aki basah atau aki konvensional, maka cek kondisi cairan elektrolite yang ada. Pastikan cairan aki berada diantara garis batas minimum dan batas maksimum.
TIPS CARA MEMILIH AIR RADIATOR COOLANT TERBAIK


Dalam sistem pendinginan mesin mobil, radiator memegang peranan yang sangat penting. Jika kita tidak memperhatikan ketersediaan air atau coolant yang ada di dalamnya, maka masalah terkait panas mesin berlebih bisa saja muncul. Bahkan masalah tersebut bisa saja melebar seperti mesin mogok karena overheat hingga sistem pendinginan kabin atau AC mobil yang menjadi kurang sejuk.

Radiator berfungsi untuk mendinginkan air atau cairan coolant yang akan dialirkan melewati sirkulasi sistem pendingin mesin mobil. Aliran air ini dibantu dengan pompa air yang mengalirkan air ke blok mesin. Air atau coolant tersebut yang kemudian akan mendinginkan mesin dengan cara mengaliri jalur di sekitar silinder mesin dan kemudian kembali ke thermostat.

Sirkulasi cairan pendingin tersebut mengalir secara terus menerus selama mesin dihidupkan. Tujuannya tentu untuk menjaga suhu mesin agar tidak menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tanpa sistem pendinginan yang baik, maka temperatur mesin bisa saja menjadi terlalu panas. Keadaan tersebut dalam kondisi ekstrim akan membuat komponen antar mesin menjadi lunak dan menyatu dengan komponen yang lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan kondisi sistem pendinginan mesin seperti memilih air radiator atau coolant yang akan digunakan.



Kebanyakan pemilik mobil memang lebih memilih menggunakan air ledeng atau air mineral sebagai cairan pendingin. Namun hal tersebut kurang efektif karena rendahnya titik air dan kemungkinan terbentuknya gelembung yang dapat menyebabkan karat atau korosi pada mesin. Padahal, cairan pendingin yang baik adalah yang tidak cepat mencapai titik didih dan juga tidak menyebabkan komponen mesin menjadi cepat rusak.

Karena hal-hal tersebut, maka disarankan untuk menggunakan radiator coolant atau cairan khusus untuk radiator. Untuk memilih air radiator yang baik, hal pertama yang perlu dipastikan adalah adanya kandungan glycol pada cairan tersebut. Zat glycol ini fungsinya adalah untuk menaikkan titik didih serta menurunkan titik beku cairan coolant. Jika kandungan glycol sudah ada dalam cairan radiator yang akan kita beli, maka selanjutnya cobalah melihat apakah coolant tersebut memiliki kandungan propylene dengan konsentrat yang cukup. Cairan radiator yang dapat bekerja optimal biasanya memiliki angka konsentrat propylene antara 20% sampai dengan 50%. Namun untuk melakukan pengecekan ini, diperlukan alat yang disebut refraktometer.

Kandungan zat-zat tersebut yang membuat radiator coolant berbeda dengan air ledeng atau air mineral biasa. Namun demikian, tidak semua air radiator yang dijual di pasaran aman untuk mobil yang kita gunakan. Air radiator yang dihargai terlalu murah bisa saja bekerja kurang maksimal untuk mesin. Pun begitu, yang harganya mahal juga bisa saja tidak baik untuk radiator karena konsentrat propylene yang terlalu tinggi bisa saja malah menimbulkan endapan, menyumbat radiator dan merusak mesin. Karena karakter coolant yang berbeda-beda tersebut, maka memilih yang paling pas dengan kebutuhan kita adalah cara mengatasinya. Selain itu, menguras radiator secara berkala dan membersihkannya adalah salah satu cara agar sistem pendinginan mesin dapat bekerja dengan maksimal.
Menguras Radiator & Mengganti dengan Water Coolant

MENGURAS RADIATOR DAN
MENGGANTI DENGAN WATER COOLANT

Jangan sampai mobil anda mogok 
hanya karena overheating
Ada banyak kontroversi dari Seputaran Air Radiator, begitu banyak Kabar angin yang beredar dimasyarakat bahwa Mesin lama dan radiator yang kotor karena kerak dilarang memakai coolant karena akan mengakibatkan radiator menjadi berlubang.

Saya disini bukan mau menjawab kontroversi itu, cuman ingin memaparkan langkah-langkah yang perlu diambil dalam mencoba untuk bermigrasi dari air radiator biasa menjadi water coolant. Dan bila semua prosedur sudah dijalani dengan benar niscaya harusnya Kejadian mesin overheating dijalan dan yang berakibat fatal pada mesin anda mungkin akan sedikit bisa dicegah. Bila tertarik silahkan lanjutkan membaca,
Dasar Teori:

Jalur Air Radiator
Mesin Ketika Hidup akan menghasilkan Panas, Mesin butuh suhu ideal untuk tetap menjaga performa dan dapat bekerja dengan ideal, Untuk itulah maka diciptakan Radiator berpendingin Air untuk mendinginkan dan menstabilkan suhu. ( di beberapa mesin ada yang berpendingin udara dan berpendingin olie ).
Yang jadi masalah dengan berjalannya waktu Air karena sifatnya cenderung menghasilkan kerak dan Karat ? Moga Moga saja Pembaca yang Budiman ingat akan pelajaran SMP tentang  Mata Pelajaran Fisika tentang Air Sadah ( di situ diterangkan mengapa Panci dari Ibu Kita didapur yang berfungsi untuk mendidihkan air minum ternyata berkerak didasarnya ) Kalau ngak ingat ya ngak apa apa, karena mungkin pada waktu pelajaran tersebut anda sedang Membolos atau tertidur karena terlalu giat belajar semalam dirumah. hi99 Joke yaaaaaa ...... :)

Radiator Kotor
Celakanya hal itu juga berlaku di Radiator mobil Kita, Tapi Para Ahli ahli Kimia sudah menciptakan penangkalnya yaitu setiap mesin dari pabrik sudah diperlengkapi dengan Water Coolant. Tetapi untuk mobil yang lama karena perawatan yang lalai dan sebagainya kemudian hari air radiatorpun diisi kembali dengan air biasa dan kemudian kotor.
Setelah Radiator Kotor dan mampet karena kerak? maka bagaimana Caranya biar bersih Kembali?
Jawabnya = Dibawa Ke tukang Radiator untuk Dikoroki dan dibersihkan.
Ya itu jawaban benar tetapi tidak seluruhnya benar, Coba anda perhatikan gambar  Jalur Air radiator selain di radiator air akan memutar keseluruh water pump, thermostat , mantel2 jaket pada mesin, coba bayangkan bagaimana kita membersihkan jalur jalur itu ? Sulit bukan? Salah satu Solusi jawabnya adalah dengan memakai bantuan Cairan Radiator Flush ( Bukan Engine Flush lho ya, jangan Salah ). Ayo Kita memflush radiator kita sendiri, Mudah kok caranya.
Cara Kerja:

Flush dan Coolant
1. Anda Beli Radiator Flush di toko, beserta coolant, anda dapat membeli sembarang merk ada banyak disana, ada merk dobeli, STP, Prestone, Top1, Dan lain lain.
2. Setelah Dapat silahkan baca terlebih dahulu instruksi manualnya di keterangannya.
3. Setelah itu silahkan anda menuju ke ruang mesin, persiapkan air secukupnya. dan buanglah air radiator di mesin mobil anda, caranya buka sumbat radiator dibagian bawah, biasanya dipojok paling bawah, ada sumbat dari plastik, buka sesuai dengan putaran mengendori Baut.
4. Setelah air Radiator keluar semua, silahkan isi dengan air lagi sampe penuh lalu hidupkan mesin, kira kira 5 menit. setelah itu buka tutup radiator ( awas hati hati karena panas) lalu buang kembali air radiator tersebut. bila air radiator tersebut keruh berwarna kecoklatan, silahkan ulangi lagi sampe air menjadi jernih ( proses buang dan isi, ya memang agak melelahkan, tapi itu yang harus dilakukan bila ingin mendapat hasil terbaik)

Radiator sudah dengan coolant
5. Setelah proses no.4 selesai maka silahkan isi kembali radiator beserta Cairan flush ( flushing radiator segera dimulai ). Setelah itu penuhi radiator dengan air, lalu tutup dan hidupkan mesin 5 - 15 menit ( tergantung dari petunjuk dari kemasan di flush tersebut ). Setelah waktu yang ditetapkan selesai, kemudian buang kembali air bekas flush tersebut. ( lakukan seperti no.4, Lakukan sampai menjadi bersih ( menurut pengalaman saya kuras dan buang tergantung tingkat kekotoran dari kerak radiator anda, bisa sampai 4 - 5 kali kuras )
6. Setelah menjadi bersih, jangan lupa untuk membersihkan selang dari radiator menuju ke kotak reservoir, bersihkan juga kotaknya dari kerak kerak.
7. Lalu Radiator silahkan anda isi dengan Radiator Coolant, beserta kotak reservoirnya juga.
Menguras Radiator yang sudah bercoolant
Lalu Bagaimana bila radiator kita sudah bercoolant dan ingin mengganti dengan coolant yang baru ( misalnya udah lama dipakai ) Caranya lebih simple.

Proses Mengganti Coolant
1. Siapkan Tempat penampungan untuk menampung coolant yang akan diganti. Lalu buka tutup radiator bagian bawah, jangan lupa buka tutup radiator bagian atas.
2. Setelah semua air terkuras segera tutup radiator bawah, lalu sekalian jangan lupa lepas tangki reservoir dengan cara menariknya keatas. lalu isi dengan coolant baru.
3. Bersihkan tangki reservoir, dan bila mau anda bisa juga memberi cat pada petunjuk upper lever dan lower level, agar mudah bagi kita untuk mengetahui ketinggian air waktu dipasang dimobil. Jangan lupa Tiup Selang penghubung dari radiator ke tangki reservoir untuk memastikan saluran tidak mampet.
4. Lalu isi tangki dengan coolant sebelum dipasang ( mempermudah pemasangan saja daripada diisi setelah tangki terpasang. Anda bisa mengisinya kemudian, terserah anda.
5. Pasang tanki ketempat semula.
6. Tutup kembali radiator dan nyalakan mesin lalu periksa terhadap kebocoran.

Semoga Bermanfaat