Senin, 24 Juni 2019

Ini Dampak Negatif Jika Sepeda Motor Tanpa Aki

REPORTER: TEMPO.CO
EDITOR: EKO ARI WIBOWO
MINGGU, 23 JUNI 2019 08:10 WIB

Ilustrasi accu mobil. Sumber: suzuki.co.id
TEMPO.COJakarta - Modifikasi yang dilakukan pemilik sepeda motor kadang nyeleneh dan menghilangkan safety kendaraan. Beberapa bagian vital ditanggalkan padahal memiliki resiko merusak bagian lain. Salah satunya, aki atau accu memang terlalu vital fungsinya karena aki fungsinya menyediakan listrik sementara kelistrikan sepeda motor sudah disuplai oleh spul. Walaupun demikan, sepeda motor tanpa aki juga bisa menimbulkan beberapa efek negatif.
Keberadaan aki yang sudah tidak ada maka arus langsung dari spul tanpa penstabil. Sehingga arus yang masuk pada sistem kelistrikan tak tersaring sesuai kebutuhan motor. Seperti dikutip dari laman Suzuki Indonesia, ada sejumlah efek negatif yang ditimbulkan sepeda motor tanpa aki?
1. Sulit menghidupkan mesin
Untuk menghidupkan sepeda motor, kita cuma harus menekan tombol start yang ada pada stang kemudian mesin nyala dan siap ditunggangi. Tetapi ingat, sistem elektrik starter ini memakai tenaga listrik dan yang menyediakan listrik ketika mesin mati cuma aki.
Ini artinya ketika motor tidak memakai aki, maka kita tidak bisa memakai fitur electric starter. Untuk menyalakan mesin, kita perlu menggunakan kick starter.
2. Lampu sein tidak berkedip
Anda mungkin sering melihat motor yang lampu seinnya berkedip sangat cepat atau bahkan tidak berkedip sama sekali (nyala terus menerus). Itu ternyata bukan masalah pada lampu sein, tapi karena tegangan listrik yang kurang sehingga flasher yang tugasnya mengedipkan menjadi tidak maksimal kinerjanya.
Kenapa tegangan kelistrikan bisa berkurang? Karena RPM mesin rendah, sehingga tegangan listrik yang dihasilkan oleh spul juga rendah. Jika motor ada akinya, hal ini bisa diantisipasi. Tetapi jika motor tanpa aki maka lampu sein akan nyala terus tanpa kedipan kecuali saat Anda gas mesin motor saat berbelok.
3. Lampu motor redup saat RPM mesin rendah
Seperti efek negatif di poin sebelumnya, jika mesin dalam kondisi idle atau langsam maka RPM mesin cuma sekitar 1.000 RPM. Dalam kondisi ini, listrik yang dihasilkan oleh spul terbilang sangat terbatas, sehingga tak kuat untuk melayani beban kelistrikan motor dari sistem pengapian sampai penerangan (lampu). Hal ini berakibat pada lampu motor yang redup dan lampu hanya akan terang jika motor kita gas.
4. Perangkat kelistrikan cepat rusak
Arus besar yang dihasilkan dari spul bisa berdampak negatif pada kendaraan misalnya lampu cepat mati karena arus yang besar.
Melihat efek negatif dari tidak memakai aki, ada baiknya jika aku selalu terpasang di sepeda motor kesayangan Anda. Selain lebih nyaman, Anda juga akan merasa lebih aman berkendara.

Kamis, 23 November 2017


Banyak yang Belum Tahu Arti SAE dan API pada Kemasan Oli Mesin, Ini Penjelasannya!


Oli merupakan salah satu komponen yang penting di dunia otomotf, baik untuk mobil, motor, truk, dan lain sebagainya. Ketika ingin mengganti oli kendaraan, banyak yang kurang mengerti jika melihat tulisan SAE, JASO dan API pada kemasan oli mesin. Ada baiknya kita sebagai pengguna kendaraan mengerti istilah-istilah tersebut agar tidak salah dalam memilih oli mesin. Thukah bahwa pada kemasan oli terdapat tulisan SAE dan API? Tahukah arti dari kata tersebut? Begini penjelasannya!
SAE
Definisi SAE sendiri menurut SAE Internasional adalah singkatan dari Society of Automotive Engineer sebagai identifikasi dari kekentalan oli. SAE sendiri adalah suatu asosiasi yang mengatur standarisasi di berbagai bidang seperti bidang rancang desain teknik, manufaktur, dan lain-lain. SAE/kekentalan oli pelumas bukan ukuran kualitas oli. Angka SAE hanya sebagai pembeda atau tingkatan/kelas oli pelumas berdasarkan tingkat sifat kekentalannya.
Pada kemasan oli akan tertulis SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50. Angka paling depan adalah tingkat kekentalan oli pada suhu dingin dan angka setelah W atau paling belakang adalah tingkat kekentalan ketika mesin dalam kondisi bekerja atau sudah panas. Semakin besar angkanya maka semakin kental oli pada kondisinya. Semakin dingin suhu suatu wilayah, maka semakin encer tingkat kekentalannya, biasanya pada angka SAE 5W-35. Sedangkan tingkat kekentalan yang tepat untuk Indonesia sebagai negara beriklim tropis adalah pada angka SAE 10W-30 sampai pada angka SAE 15W-50.
API
API yang merupakan singkatan dari American Petrolium Institute merupakan sebuah kode standar yang menentukan kualitas oli. Pada kemasan oli kita akan melihat kode API dengan 2 tambahan alfabet huruf dibelakangnya misalnya “API SN” atau “API CH”. Huruf pertama untuk menentukan jika jenis kendaraan bensin atau gasoline dilambangkan dengan kode S, sedangkan mesin diesel menggunakan kode C. Pada alfabet kedua menjelaskan kualitas yang terbaru dari oli. Misalnya API SG dan API SN, API SN merupakan jenis oli yang lebih baru dan biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan API SG. Semakin baru oli maka kode alphabet akan semakin jauh. Oli yang digunakan pada mobil-mobil keluaran tahun yang lebih baru akan menggunakan oli dengan kode pada alfabet keduanya yang mendekati huruf Z. Untuk mobil keluaran lama tidak dianjurkan untuk menggunakan oli keluaran terbaru. Hal ini disebabkan karena mesin mereka tidak dirancang untuk menerima tingkat kekentalan oli tertentu.
Setidaknya, Anda tahu arti dari istilah-istilah di kemasan oli agar tidak salah dalam membeli oli yang cocok untuk kendaraan Anda.
©deltatube.com

Senin, 23 Januari 2017

pindah alamat

Toko HARAPAN JAYA pindah alamat ke Jalan TANJUNG PURA No. 286 (SEBERANG NOBU INTERNATIONAL BANK / TO. MULTI JAYA

Kamis, 01 Desember 2016

Dibuka Cabang harapan motor (SERAYU) :
Harapan jaya (0852 4527 6867)
Jl tanjung pura no.186a (depan spbu tanpur)
Senin-sabtu: 07.30 – 19.00

Minggu: 07.30 – 14.00

Minggu, 27 November 2016

TIPS CARA MEMILIH MEMBELI AKI MOBIL YANG TEPAT


Aki atau Accu pada mobil merupakan sebuah komponen penting yang berfungsi untuk menyimpan listrik yang akan digunakan untuk menyalakan semua komponen listrik pada mobil. Oleh karena hal tersebut, peran aki sangatlah penting. Apalagi pada mobil-mobil modern sekarang ini yang banyak memiliki komponen elektronik. Setidaknya, aki sangat penting untuk menggerakkan motor starter saat akan menghidupkan mesin mobil.

Seperti kebanyakan komponen listrik lainnya, aki juga pada akhirnya akan kehabisan masa pakai dan tidak bisa digunakan secara maksimal lagi. Dan solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah mengganti aki lama dengan aki yang baru. Saat memutuskan untuk membeli aki baru ini, ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan.

Hal pertama yang perlu diperhatikan saat akan membeli aki baru adalah memilih toko yang terpercaya. Seperti diketahui, selain ada di bengkel resmi, aki juga dapat kita beli di toko-toko onderdil mobil atau toko khusus aki. Toko yang baik akan memberikan rekomendasi pilihan aki terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mobil anda. Selain itu, beberapa toko yang kurang baik juga menjual aki rekondisi dengan melabeli aki tersebut sebagai barang baru.

Selain toko yang terpercaya, akan lebih baik jika toko tersebut memberikan layanan antar jemput untuk keadaan darurat saat aki kita rusak dan akan membeli yang baru. Hal ini dikarenakan kita tak pernah tahu kapan dan di mana aki kita akan rusak dan tidak bisa digunakan.



TIPS MEMILIH AKI MOBIL BARU

Saat memilih aki baru untuk mobil anda, perhatikan beberapa tips berikut ini :


  1. Pastikan aki yang anda pilih untuk mobil anda harus sesuai tipe dan jenisnya dengan standar bawaan mobil anda. Jika ingin melakukan upgrade, pastikan voltage harus sama dan kenaikan ampere aki tidak melebihi 15% dari ampere standar mobil anda.
  2. Selanjutnya, perhatikan tanggal produksi dari aki yang akan anda beli. Khususnya untuk aki dengan jenis maintenance free atau jenis hybrid. Pastikan tanggal produksinya tidak melebihi 6 bulan saat anda akan membelinya. Idealnya, masa pakai aki dengan pemakaian normal adalah antara 1.5 tahun hingga 2 tahun.
  3. Jika aki yang anda beli adalah jenis aki basah atau aki konvensional, maka cek kondisi cairan elektrolite yang ada. Pastikan cairan aki berada diantara garis batas minimum dan batas maksimum.
TIPS CARA MEMILIH AIR RADIATOR COOLANT TERBAIK


Dalam sistem pendinginan mesin mobil, radiator memegang peranan yang sangat penting. Jika kita tidak memperhatikan ketersediaan air atau coolant yang ada di dalamnya, maka masalah terkait panas mesin berlebih bisa saja muncul. Bahkan masalah tersebut bisa saja melebar seperti mesin mogok karena overheat hingga sistem pendinginan kabin atau AC mobil yang menjadi kurang sejuk.

Radiator berfungsi untuk mendinginkan air atau cairan coolant yang akan dialirkan melewati sirkulasi sistem pendingin mesin mobil. Aliran air ini dibantu dengan pompa air yang mengalirkan air ke blok mesin. Air atau coolant tersebut yang kemudian akan mendinginkan mesin dengan cara mengaliri jalur di sekitar silinder mesin dan kemudian kembali ke thermostat.

Sirkulasi cairan pendingin tersebut mengalir secara terus menerus selama mesin dihidupkan. Tujuannya tentu untuk menjaga suhu mesin agar tidak menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tanpa sistem pendinginan yang baik, maka temperatur mesin bisa saja menjadi terlalu panas. Keadaan tersebut dalam kondisi ekstrim akan membuat komponen antar mesin menjadi lunak dan menyatu dengan komponen yang lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan kondisi sistem pendinginan mesin seperti memilih air radiator atau coolant yang akan digunakan.



Kebanyakan pemilik mobil memang lebih memilih menggunakan air ledeng atau air mineral sebagai cairan pendingin. Namun hal tersebut kurang efektif karena rendahnya titik air dan kemungkinan terbentuknya gelembung yang dapat menyebabkan karat atau korosi pada mesin. Padahal, cairan pendingin yang baik adalah yang tidak cepat mencapai titik didih dan juga tidak menyebabkan komponen mesin menjadi cepat rusak.

Karena hal-hal tersebut, maka disarankan untuk menggunakan radiator coolant atau cairan khusus untuk radiator. Untuk memilih air radiator yang baik, hal pertama yang perlu dipastikan adalah adanya kandungan glycol pada cairan tersebut. Zat glycol ini fungsinya adalah untuk menaikkan titik didih serta menurunkan titik beku cairan coolant. Jika kandungan glycol sudah ada dalam cairan radiator yang akan kita beli, maka selanjutnya cobalah melihat apakah coolant tersebut memiliki kandungan propylene dengan konsentrat yang cukup. Cairan radiator yang dapat bekerja optimal biasanya memiliki angka konsentrat propylene antara 20% sampai dengan 50%. Namun untuk melakukan pengecekan ini, diperlukan alat yang disebut refraktometer.

Kandungan zat-zat tersebut yang membuat radiator coolant berbeda dengan air ledeng atau air mineral biasa. Namun demikian, tidak semua air radiator yang dijual di pasaran aman untuk mobil yang kita gunakan. Air radiator yang dihargai terlalu murah bisa saja bekerja kurang maksimal untuk mesin. Pun begitu, yang harganya mahal juga bisa saja tidak baik untuk radiator karena konsentrat propylene yang terlalu tinggi bisa saja malah menimbulkan endapan, menyumbat radiator dan merusak mesin. Karena karakter coolant yang berbeda-beda tersebut, maka memilih yang paling pas dengan kebutuhan kita adalah cara mengatasinya. Selain itu, menguras radiator secara berkala dan membersihkannya adalah salah satu cara agar sistem pendinginan mesin dapat bekerja dengan maksimal.